Potret Buram Sekolah Dasar Negeri di Seko Luwu Utara

13912320_1055771687810449_975173870282317595_n

Ditengah berkembangnya program dunia pendidikan “gratis” Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan, pemenuhan kebutuhan sarana pendidikan yang layak di sejumlah wilayah masih menjadi persoalan besar. Sebagian besar wilayah-wilayah terpencil memiliki sarana pendidikan jauh dibawah standar dan tenaga pengajar yang hampir tidak terpenuhi sama sekali.

Situasi demikian terjadi di kecamatan Seko, Luwu Utara, sebuah desa pegunungan yang jauh dari pemerataan pembangunan kabupaten yang terkenal kaya dengan sumber daya alamnya ini. Fasilitas belajar berupa sekolah dasar negeri yang hanya dibangun di sejumlah desa, beberapa diantaranya masih dalam kondisi yang sungguh jauh memperihatinkan. Berbanding lurus dengan pembangunan desa yang berjalan sangat lambat. Anak-anak belajar di tempat yang tidak layak, kumuh, tanpa guru, tanpa buku dan tanpa kurikulum standar.

Sekolah Dasar Negeri di Dusun Uro, salah satunya. Sekolah bernama SD Negeri cabang Rantedanga ini berada di dusun kecil berpenduduk 16 KK, di wilayah pegunungan dan bantaran sungai Uro yang masuk dalam wilayah administrasi desa Beroppa kec. Seko. Bangunan sekolahnya berdinding papan, tiang dari bambu, beratap kulit kayu dan berlantai tanah. Hanya ada dua ruang kelas berukuran sempit, sehingga para siswa harus bergiliran menggunakan kelas. Satu kelas untuk kelas 1-4, satunya lagi untuk kelas 5-6. Bangku dan meja kayu merupakan sumbangan yang dibuat seadanya oleh warga setempat.

Tidak ada ruang guru, kantor, apalagi perpustakaan. Miris jika melihat bangunan yang mirip kandang ternak ini ternyata adalah sebuah sekolah negeri. Satu-satunya yang menandakan bahwa bangunan ini sebuah sekolah adalah papan tulis reot yang menempel disudut kelasnya.

Sebelumnya ada satu orang tenaga pengajar sukarela di sekolah dasar Dusun Uro ini, itu pun ditinggal karena sang guru melanjutkan sekolah di kota. Beruntung dusun ini sering dikunjungi oleh mahasiswa, sehingga mereka bisa bergiliran mengajar anak-anak secara sukarela.

Dari data Dinas Pendidikan Luwu Utara tahun 2013 mengungkapkan bahwa sebagian besar sekolah dasar di Luwu Utara masih kekurangan guru. Kekurangan guru bukan hanya terjadi di wilayah terpencil, namun juga terjadi di sebagian besar wilayah kabupaten. Jangankan di daerah terpencil yang kekurangan guru, di Masamba saja yang merupakan jantungnya Luwu Utara masih kurang guru PNS-nya. Di Seko dan Rampi, kedua kecamatan ini masih tinggi kebutuhan guru PNS-nya.

Lihat foto-foto lengkapnya di : http://fotosulawesi.blogspot.co.id/2016/08/sekolah-dasar-negeri-yang-suram-dan.html

sumber/foto : Ivan Scooter

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s